Diksi Dibalik Selfie
Jangan lupa selfie lalu diberi diksi.
Karena meromantisasi diri adalah berani memberi deskripsi.
Cantik bukan barang antik.
Terlihat aesthetic bukan untuk diusik!
Asik ini diksi yang pelik.
Memikirkannya terasa dicekik.
Belum dikritik sudah ngik ngik.
Dunia suka bermain kata.
Narasinya bisa direkayasa.
Manusia suka menikmatinya.
Karena semua dianggap drama.
Setelahnya ada yang bahagia,
ada juga yang kecewa,
ironis ya hahaha.
Jika narasi, isinya menggiring opini,
jangan cepat bereaksi!
Karena ini puisi, isinya diksi, jangan diseriusi!
Jika selfie dengan diksi terasa mencari validasi,
maka apresiasi butuh diskusi untuk dievaluasi.
Tapi ini bukan tentang selfie.
Ini tentang sebuah negeri.
Coba kamu pikirkan lagi.
Sampai kamu bisa mengerti.
Karena definisi kadang harus bersembunyi dibalik analogi,
untuk tetap bisa berdiri.
Comments
Post a Comment
thanks,