Keabadian Liburan Masa Kecil
Sumber visual: Google map (edited AI) Ingatanku kembali ke rumah tua di Salatiga, tempat dulu masa kecilku pergi tuk berlibur. Aroma rumah lawas dengan lantai traso dan keramik bermotif bunga berwarna hijau begitu kuat membawaku pulang. Udara dingin begitu menggerayangi pundakku yang mungil kala itu. Dalam sepi samar kulihat ruangan demi ruangan. Dari ujung depan kamar tamu, dengan tirai kain tenun berbahan wol berwarna merah khas gorden lawasan masyarakat Jawa. Angin menyibak membelai perlahan terasa seperti sebuah bayang berayun dari kamar itu, tanpa kutahu siapa atau hanya imaji nyali ciut yang sedang penasaran muaranya. Ruang tamu yang luas dan besar dengan meja kursi serta perabotan dari kayu jati dan jam besar pun berdiri angkuh di ujung ruangan. Jam besar digantung tepat di mana nenek buyutku biasa duduk dengan kursi malas di bawahnya, dan tongkat di tangannya yang keriput namun berwibawa. Sesekali jam berlemari kayu itu berdentang memecah sepi. Dan bau basah kota ya...