Nona Bella Si Penjaga Kebun
Hi, perkenalkan ini Nona Bella, kadang ku panggil dia Nurlela. Kucing liar entah milik siapa yang setiap hari membantuku menjaga kebun dari gerombolan jas hitam si tukang palak. Bekerja cuma-cuma tanpa digaji, hanya diberi ijin melintas untuk menunaikan tugasnya menjadi bagian dari rantai makanan.
Nona Bella selalu siap sedia menjaga populasi tikus-tikus nakal agar tak terlalu berkembang biak membeludak menjarah kebun. Dan saat ini penghujan semakin sering turun meski tak beraturan, tapi cukup menenangkan untuk beberapa tanaman sayur yang mulai diusahakan manusia. Dan keberadaan Nona Bella tentu menjadi relasi simbiosis mutualisme yang baik. Apalagi semaian tanaman kubisku sudah mulai membesar, tentu aku tak ingin gerombolan jas hitam menjajah dan memakan daun-daun kubisku.
Setiap pagi seorang ibu selalu datang di jalanan depan rumah memanggil Nona Bella untuk sarapan pagi. Ya, beliau adalah salah satu perempuan pecinta kucing di kampungku dan bersyukur berkat kebaikannya kucing-kucing liar itu pun mendapat makan cuma-cuma jika berburu tikus tak membuahkan hasil untuk mengisi perut.
Bicara tentang keberadaan kucing, bagiku sebagai seorang yang bukan pecinta kucing, keberadaannya tak terlalu mengganggu selama ini. Namun sesekali memang aku harus memilih membatasi kucing mana yang boleh melintas berkegiatan di kebunku. Karena jika terlalu banyak, bukan ketenangan dan kedamaian bebas dari tikus yang kudapatkan dari keberadaan rantai makanan ini, tetapi justru pertengkaran hebat berebut lahan yang terjadi.
Sebagaimana anjing, kucing adalah hewan teritori. Ia akan tinggal di mana ia merasa aman dan singgah.
Menggelitik pertanyaan di pikiranku, idealnya agar rantai makanan ini berfungsi secara efesien, berapa luasan kebun yang mampu dijaga oleh seekor Nona Bella? Dan jika itu dapat diukur, maka jumlah populasi kucing seharusnya bisa dikontrol agar keberadaannya menjadi simbiosis mutualisme dengan manusia, bukan malah mengganggu.
Terlepas dari manfaatnya, keberadaan kucing dalam rantai makanan ini juga perlu dilihat pada faktor lain, misal sifat dan karakter setiap kucing yang berbeda-beda. Ada yang cenderung calm tidak destruktif, ada yang bengal sulit dikendalikan dengan kelakuan randomnya.
Beruntung Nona Bella adalah jenis kucing yang akrab disebut mujaer dari warna bulunya yang juga dikenal cerdas, dan bagiku dia lebih calm, tidak terlalu destruktif, misal lari-larian di atap rumah. Tapi banyak faktor juga mungkin kenapa momen destruktif itu tidak terjadi selama ini. Barangkali karena aku juga lebih welcome atas keberadaannya. Aku tidak melakukan upaya pengusiran masif yang membuat dia harus berlarian.
Vibe yang Nona Bella tangkap adalah dia diijinkan melintas tanpa buru-buru. Aku hanya memberi batas teritorial di mana saja dia aku perbolehkan melintas. Dan hewan itu mampu diajak berkomunikasi dengan baik jika caranya tepat dan konsisten tanpa destruktif juga.
Segala sesuatu diciptakan pada fungsinya. Dunia pun tidak tercipta untuk manusia saja. Hewan peliharaan maupun liar dan juga tanaman butuh ruang hidup juga. Maka menjadi bijaksana sesama makhluk saling berbagi ruang hidup berdampingan dan simbiosis mutualisme adalah bentuk idealnya.
Sebagai perempuan bukan pecinta kucing, aku tidak anti kucing dan tidak berencana memeliharanya juga. Aku hanya melihat manfaat keberadaannya dan memberi ruang hidup dalam batasan yang mampu kuberikan yaitu ijin melintas dan kusediakan air di mana biasa Nona Bella menumpang minum. Tetapi aku tetap membatasi keberadaan spesies ini di kebun. Karena memberi batas bagiku adalah bentuk cinta yang sehat antar mahluk hidup.
Besar harapan juga bagi para pemilik kucing untuk memelihara dengan lebih bertanggung jawab, misal dengan upaya sterilisasi untuk kontrol populasi dan rawat peliharaan dengan komitmen penuh, bukan euforia sesaat dan dilepasliarkan begitu bosan. Karena di dunia ini tidak semua orang adalah pecinta kucing bukan karena benci tetapi bisa juga karena fobia dan tidak semua kucing juga mempunyai karakter yang sama dan kooperatif sejauh keberadaan Nona Bella di kebunku. 🏡🐾
Comments
Post a Comment
thanks,