Sungai Kecil di Pantai Greweng

Selamat siang dari Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Siang terik dengan hamparan pasir putih yang masih cukup bersih di Pantai Greweng (arti: lubang), yang juga disebut Pantai Pulutan. Kurang lebih 80 km jarak tempuh dari tempat tinggalku di Jogja utara. Berdasarkan GPS, aku menuju SMPN 2 Girisubo, dan dari lokasi itu GPS rupanya sudah tak lagi memberi informasi jalan menuju lokasi Pantai Greweng.
Baiklah, gunakan saja GPS alami alias petunjuk suara atau bertanya. Berbekal bahasa Jawa alakadarnya, akupun bertanya pada warga sekitar perihal akses jalan menuju pantai tersebut. Ada dua pilihan untuk aksesnya: pertama lewat Pantai Wediombo juga Pantai Jungwok (yaitu sebagai akses yang familiar digunakan traveler untuk mengakses Pantai Greweng); kedua melalui jalur tracking lain yang kebetulan aku ikuti atas petunjuk warga setempat, tak jauh dari SMPN 2 Girisubo.

Jalan setapak naik turun dengan kombinasi jalan beton dan bebatuan kapur terjal berkarang, kurang lebih 11 menit dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam dan jarak tempuh 5,6 km (SMPN 2 Girisubo ke penitipan motor). Oya, jalur ini belum bisa diakses kendaraan roda 4, selain karena dalam perbaikan juga kapasitas jalan setapaknya, bahkan butuh rider yang handal karena beberapa jalurnya berada di ketinggian tebing dengan pembatas pepohonan yang tak begitu rimbun. Untunglah cuaca sedang bersahabat, panas terik tak hujan, jadi jalan tak licin.

Sesampainya di penitipan motor, aku masih harus berjalan lagi kurang lebih 150 m tracking menyusur hutan yang rimbun dengan pijakan bebatuan kapur yang sudah mengeras menjadi marmer. Berbeda dengan jalur lewat Wediombo, dimana traveler akan menjumpai persawahan warga, pepohonan, juga aliran sungai dari dua mata air yang konon katanya bisa langsung diminum, salah satunya. Tetapi jalur itu memakan jarak tempuh yang lebih panjang, dan pinggiran karang juga goa yang masih dipercaya warga sekitar sebagai tempat mistis/sakral pertapaan (dulu tempat bertapa Raja Brawijoyo).
Oya, sungai tadi alirannya bisa kujumpai juga melalui jalurku. Sungainya asri di bawah rimbunnya tanaman pandan laut. Vegetasi tanaman perambat dan ikan kecil mengamini keasriannya sebagai pilihan tempat camping, dengan tetap menjaga kebersihan. 🏕️

Comments

Popular Posts