Solitude
Hal paling nyaman di dunia ini adalah sendirian. Kesannya menyedihkan dan kesepian, tapi tak akan ada drama emosional. Kewarasan tidak terdistraksi apapun. Kreativitas tidak terpatahkan ingatan. Tidak perlu menyesuaikan ekspektasi orang lain. Ekspresi tidak akan dianggap menyakiti orang lain. Ingat panda, dia hidup soliter di alam. Konsep kesepian itu jadi tidak ada. Manusia merasa kesepian itu karena manusia punya ingatan atas kebersamaan dan kebahagiaan. Sepi sendiri, sunyi, tenang, dan damai menjadi sebuah bentuk kenyamanan tanpa beban ekspektasi. Tanpa adanya batas ekspresi, tanpa perlu drama validasi, tetap berdiri sendiri, sehingga tidak ada yang perlu ditangisi. Manusia utuh bukan tak tersentuh, tetapi tak kehilangan diri dan eksistensinya.
Lalu bagaimana, bukankah manusia diciptakan sebagai makhluk sosial homo homini socius? Iya manusia membutuhkan orang lain secara fungsional dalam hidupnya. Manusia berinteraksi dan bekerja sama. Komunikasi menjadi jembatannya. Tentu saja komunikasi dua arah. Melihat kehidupan panda lagi, mereka soliter tapi mereka tetap berinteraksi. Induk dengan anaknya untuk bertahan hidup (survival), jantan dan betina untuk keberlanjutan spesies. Mekanisme fungsional bekerja pada panda untuk mempertahankan eksistensinya di alam. Manusiapun demikian. Tetapi lebih dari itu, manusia diciptakan dilengkapi logika akal budi, mampu membedakan baik dan buruk sehingga tanggung jawab menjadi nilai eksitensinya. Menambah kompleksitas relasi. Tak bisa disederhanakan menjadi sekadar naluri fungsional. Maka komunikasi bukan lagi sekadar jembatan. Komunikasi meningkat menjadi kendaraan. Mau kemana? tujuannya apa? Mau sampai ke suatu tujuan tertentu melalui manusia lain atau sendiri? Homo homini lupus, jangan sampai manusia menjadi serigala bagi manusia lain. Maka nikmatilah waktu saat bersama dan milikilah hari saat sendiri. Jangan takut pada kesendirian, selama konsep kesepian tidak dijadikan dasar sebuah hubungan, atau bahkan pelarian pada gagalnya komunikasi. Jangan pula fobia pada kebersamaan, selama komunikasi adalah jembatan memediasi bukan sekadar mobilisasi ekspektasi satu arah. Kesendirian atau Kebersamaan biarlah menjadi pilihan bebas dan bertanggung jawab, bukan hanya persuasif bukan pula intimidatif.
Comments
Post a Comment
thanks,