Monday, 22 May 2017

Selamat Pagi dari Desa Mudal

SLEMAN SEMBADA, sehat, elok dan edi, makmur dan merata, bersih dan berbudaya, aman dan adil, damai dan dinamis serta agamis. Itulah slogan kabupaten Sleman (salah satu kabupaten di provinsi DIY) yang  dirumuskan secara apik dengan mengusung harapan serta mimpi besar untuk mewujutnyatakan masyarakatnya sebagaimana terinci di setiap abjad "Sembada" tersebut. Dan kali ini ingin kukenalkan dengan kalian salah satu desa yang bisa dijadikan contoh sebagai desa swasembada yang letaknya tak jauh dari desa tempat tinggalku, ya tepatnya di sebelah barat desa Sinduharjo. 

Desa Mudal, Sariharjo, Ngaglik, Sleman
Foto: Buku Harian Laura
Inilah desa Mudal Sariharjo yang terletak di kecamatan Ngaglik kabupaten Sleman. Desa Mudal Sariharjo ini mempunyai luas sekitar 829. 75 Ha terdiri dari 16 padukuhan dan 39 rukun warga (data tahun 2013). Desa Mudal berbatasan denga desa Donoharjo (sebelah utara), desa Sinduharjo (sebelah timur), desa Sinduadi (sebelah selatan), dan desa Sendangadi (sebelah barat). 

Sekedar menikmati pagi janji dengan teman untuk jalan-jalan santai pagi. Berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 pagi dimana udara masih sangat sejuk, dengan langit hitam dan sisa temaram lampu malam masih menyala mengantarku berjalan ke utara ke arah desa Dayu menuju desa Ngebel melewati perumahan-perumahan taman Merapi dan berbelok ke barat arah jalan Palagan Tentara Pelajar. Dan kami berjalan menikmati pemandangan pagi serta berbelok ke kiri (arah selatan) masuk ke desa Mudal tersebut. Jalannya masih bebatuan dan berumput. Suasana asri desa dengan sawah mendominasi pemandangannya. Kebetulan cuaca sedang cerah,  gunung Merapipun bisa kami lihat dengan jelas walau tidak sebiru biasanya. Dan juga sedang musim tanam padi jadi kami benar-benar menikmati hijaunya sawah yang sedang ditanami padi. Meski demikian dijumpai juga beberapa petak sawah yang ditanami tanaman palawija seperti kacang dan juga cabe dengan beberapa pohon kelapa di sekitar tepian jalan sawahnya. Daunnya berjuntai dalam siluet pagi membingkai potret pagi kami dengan indah. Kamipun menikmati matahari terbit (sunrise) dari sawah di desa Mudal ini. Kemilau oranye pagi tak kalah cantiknya dari yang bisa kami lihat saat kami pergi ke pantai. 
Sunrise di desa Mudal
Foto: Buku Harian Laura
Sunrise di desa Mudal
Foto: Buku Harian Laura
Kearifan lokal masih kami jumpai disepanjang desa Mudal ini, suasana sejuk pedesaan dengan kicauan burung dan gemericik air selokan mengairi sawah serta udara sejuk memanjakan pagi kami. Sapa ramah penduduk sekitarpun merenyahkan pagi kami. Selain hijaunya sawah dan tanaman masyarakat di desa Mudalpun memkasimalkan area persawahan dengan bertani ikan dengan membuat kolam/ tambak ikan nila emas di atara sawahnya serta beternak ayam. 

Hello Merapi dari balik mulsa pohon cabe
Foto: Buku Harian Laura
Untuk bertani cabe petani setempat menggunakan sistem mulsa plastik (mulsa plastik hitam perak/ sistem MPHP) dengan tujuan untuk optimalisasi hasil tanaman cabenya.

Pengairan dan Pemupukan Tanaman Cabe pada teknik MPHP
Foto: Buku Harian Laura

Lahan Persemaian Padi desa Mudal
Foto: Buku Harian Laura

Sawah, pohon dan matahari pagi di desa Mudal
Foto: Buku Harian Laura

Sawah, pohon dan matahari pagi di desa Mudal
Foto: Buku Harian Laura

Optimalisasi sawah dengan budidaya ikan desa Mudal, Sariharjo
Foto: Buku Harian Laura

Budidaya Ikan Nila Emas (sawah desa Mudal)
Foto: Buku Harian Laura)
Berternak
Foto: Buku Harian Laura

Beternak Ayam di desa Mudal
Foto: Buku Harian Laura

(Sepeda Ontel Tua)
Selamat Pagi dari Desa Mudal
Foto: Buku Harian Laura

Shadow, Selfie, Sunrise of Mudal
Foto: Buku Harian Laura



(special thanks to Septania)




No comments:

Post a Comment

thanks,