Keraton Yogyakarta

Bangsal Trajumas
Danapratapa
Jempana (tandu keraton) - Naga Garuda Jempana Ratu, 1728 (1802 M)

Selamat siang Jogja, kotaku diterik mataharinya hari kesepuluh bulan ketiga. Dari pojok Biara Mediatrix, berjalan menyusuri perkampungan disela-sela gang hiruk-pikuk Taman Sari menuju Keraton Jogja. Tak lengkap rasanya mengenal Jogja bila tak kunjung ke tempat tinggal raja. Keraton Jogja destinasi wajib wisatawan saat berkunjung ke kota gudheg. Dengan biaya tiket masuk yang relatif murah, Rp 8.000,- saja/orang, kita bisa mengenal salah satu warisan budaya dalam corak kehidupan yang sarat akan nilai-nilai budaya tentang contoh hidup dalam pengabdian, kesetiaan, dan tata krama. Sapa senyum abdi dalem Keraton dengan busana Jawa (beskap lurik, jarik, blangkon, dan kerisnya, serta samir bagi yang sedang menjalankan tugas dari Sultan) lalu-lalang. Adapun fasilitas tour guide untuk menjelaskan tentang sejarah dan koleksi Keraton memandu setiap rombongan. Tapi sebaiknya ditanyakan terlebih dahulu tentang penggunaan jasa tersebut. Namun biasanya wisatawan dapat memberi cuma-cuma tanda terima kasih kepada mereka atas jasa informasi yang diberikan.
Dari pelatarannya yang lebar bersanding dengan bangunan berwarna putih, Ndalem Ageng Proboyakso, tempat tinggal raja (Hamengkubuwono), ada beberapa bangunan berjajar dengan fungsinya masing-masing, sebagai tempat penyimpan koleksi benda sejarah perjuangan, koleksi perabot rumah tangga, gamelan, dll. Beliau, para abdi dalem, memberikan hidupnya dalam pengabdian dan keikhlasan atas nilai kesetiaan yang mereka junjung kepada rajanya. Meski dengan nominal upah yang jauh dari kata cukup, mereka mengisahkan tentang kesetiaannya itu atas keyakinan adanya balasan dari Yang Maha Kuasa. Dan dalam peluang lain, menjadi tour guide, pengerajin batik, dan pedagang handicrafts mereka lakoni untuk menopang perekonomiannya, terlepas dengan pekerjaan lain yang juga mereka geluti.
Saat melintas ruang perkakas, terlihat beberapa abdi dalem sedang berkumpul menggosok perkakas rumah tangga Keraton yang berbahan perak/kuningan sembari ramah tersenyum pada pengunjung yang berlalu-lalang mengamati sekaligus mengabadikannya dalam potret tentang pengabdian tersebut. Selamat berkunjung di kediaman Raja Ngayogyakarta Hadiningrat untuk mengenal cerita sejarahnya serta menilik lebih jauh nilai-nilai budaya tersiratnya.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam museum dan kisah perjuangan serta tahta Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Comments