Monday, 4 March 2013

JALAN-JALAN KE KOTA KEMBANG (5mm)


5mm bukan 1 cewek 4 cowok tapi kami 4 cewek dengan 1 cowok!
Aku, Pipit, Luna, Mala dan yang paling ganteng diantara yang cantik-cantik Ahmad alias Aden sang pemandu jalan (Gaet kami di kota kembang Bandung)

Bandung, 02 – 03 Maret 2013
Bangun extra pagi begegas mandi lalu aku dan Luna pergi ke rumah sahabatku Pipit dan bersama Mala langsung cap cus ke pangkalan bus Prima Jasa jurusan Jakarta Bandung dengan bayar ongkos Rp. 50.000 saja per orang.
Sesampai di Bandung kami janjian dengan Aden yang akan jadi gaet kami dan ia menjemput kami di sebuah kedai donat, lalu naik mobil sewaan yang kami pesan dan bayar patungan untuk jalan-jalan.





Trip 1 (Kawah Putih)

Kawah Putih, Bandung
(Foto : Buku Harian Laura)
Namanya kawah putih tapi ga putih sama sekali karena kalau dilihat warnanya hijau. Tapi luar biasa cantik sekali danau itu tapi hmmm sesak nafas terengah-engah karena naik turun tangga dan udara uap belerang yang pekat disekitar danau yang mengharuskan kami mengenakan masker agar tidak terlalu sesak nafas.







Trip 2 (Kebun Stroberi)

Kebun Stroberi, Bandung
(Foto : Buku Harian Laura)
Memetik Stroberi
(Foto : Buku Harian Laura)



Stroberi harus dipetik dengan tangkainya
(Foto : Buku Harian Laura)
Bukan memerah seperti yang kubayangkan tetapi hamparan hijau di lereng bukit menuju Kawah Putih. Di kebun itu kami bebas memetik stoberi sendiri lalu ditimbang dan menggantinya dengan harga yang ditawarkan Rp. 35000-40.000an/kg. Luna dan Mala sangat asik memetik sementara aku mengambil gambar mereka dan memandang hamparan hijau itu.
Sedang Pipit dan si Aden sedang istirahat siang di kedai makan

Trip 3 (Rumah Aden)

Rumah yang dingin, sederhana dan keluarga yang ramah dan kamar mandi unik yang pertama kalinya kujumpai. Bak Mandi yang tinggi hamper setinggi tinggi badanku woooow unik bukan. Pertanyaanku bagaimana ya cara membersihkannya ? hmmm airnya dingin sejuk. Kami isirahat malam itu di rumah si Aden.

Trip 4 (Shoping Time, Gedung Sate, Museum, Pasar Gazebo)

Minggu pagi di Pasar Gazebo, Bandung
(Foto: Buku Harian Laura) 
Bandung Paris Van Java, belum lengkap rasanya kalau ke kota kembang yang terkenal dengan kuliner dan dunia belanjanya tanpa bejanja. Ya hari Minggu, 03 Maret 2013 kami berangkat dari rumah Aden untuk jalan-jalan. Dan tujuan utamaku adalah mencari cilok ya aku ngidam makan cilok (makanan yang terbuat dari tepung kanci/ aci, dengan bumbu saos dan bumbu kacang serta ditambah kecap jika suka manis) makan jaman kecil banget kalau di kampung halamanku lebih dikenal dengan nama bakso ojek, jajanan anak SD. Hmm enak sekali sudah lama sekali tidak makan makanan yang satu itu, sampai-sampai aku bei 3 bungkus dari 2 penjual. Itulah Pasar Gazebo, pasar dadakan Minggu pagi yang banyak penjaja kuliner dan pakaian, sepatu, tas, pernak-pernik macam kita pergi ke pasar malam tapi ini pagi. Di sana aku dan Mala membeli baju, Luna membeli jas ujan dan sepatu, dan Pipit membeli stiker wallpaper sedang si Aden tetep cuma menemani kami jalan-jalan jadi juru foto. Tak lupa kami berfoto bersama di Gedung Sate. Gedung yang satu ini bukan Gedung dengan banyak penjual sate tapi gedung dengan bangunan atapya ada tusukan menerupai sate. Entah apa maksudnya dibuat begitu yang jelas bukan gedung dan penjual sate :) 
Gedung Sate, Bandung (5mm)
(Foto: Buku Harian Laura)
Museum Geologi, Bandung
(Foto: Buku Haria Laura)
Dan my favorite place is museum. Museum Geologi, tikenya sangat murah hanya Rp. 3.500,- / orang. Di dalamnya selain memajang bebatuan juga rangka binatang –binatang purba yang sangat terkenal yaitu dinosaurus- dinosaurus.
Kerangka Dinosaurus - Museum Geologi, Bandung
(Foto:Buku Harian Laura)
Kami berjalan-jalan sampai sore dan kembali ke rumah si Aden sebentar untuk berpamit dengan keluarganya kemudian langsung pulang karena besok Senin dan kami harus ngantor lagi. Dan di terminal tidak semudah berangkatnya kami harus berebut bus bersama penumpang lain sampai-sampai kami berbagi kelompok demi mencari tempat duduk Aku dan Mala, Luna dan Pipit, dan Aden sendiri mencari bangku kosong tapi o…o…bangku penuh kami hanya dapat dua bangku dan kami memutuskan untuk turun kembali. Menunggu lebih lama untuk bus berikutnya dan bukan berkurang malahan makin bertambah orang-orang yang siap akan berebut tempat duduk dengan kami. Ya mereka laki-laki semua rata-rata, mukanya beringas dan tidak mau mengalah. Akhirya dari pada kami menunggu bus Prima Jasa dan beresak-desakan begitu kami memutuskan untuk mengambil opsi lain yaitu bus jenis lain yang memang kualitasnya di bawah Prima Jasa, tapi better kok ga harus berdesakan, AC dan mengantar kami sampai kembali ke ibukota.
(special thanks for : Pipit, Luna, Mala, and Aden)

No comments:

Post a Comment

thanks,