Wednesday, 26 April 2017

Lempongsari

Mungkin benar kalau hidup tidak selalu menjanjikan bahagia setiap hari, tetapi setidaknya kita bisa berusaha mewarnainya. Ya benar kata orang bagaimana hari ditentukan bagaimana kita memulai pagi!
Tentu saja bangun pagi tidak mudah, tetapi berusaha membiasakannya itu membantu diri sendiri untuk lebih baik. Ada banyak hal yang bisa dilakukan jika bangun pagi, bisa menyiapkan segala sesuatu lebih baik karena mempunyai banyak waktu sebelum beraktifitas seperti biasa untuk orang yang super sibuk. Selain itu akan bahagia rasanya punya kesempatan menikmati udara sejuk, melihat kabut tipis yang sudah langka, melihat langit memucat dengan guratan oranye matahari, ditambah lagi melihat berjajar hiijau di sepanjang jalan, cicit burung, dan gemericik air selokan (parit sawah), tak ketinggalan mengamati aktifitas pagi penduduk sekitar. Jalan sepi mulai meramai, beberapa pedagang lalu lalang, beberapa orang mengantri membeli sarapan dan orang-orang lain bersiap untuk memulai hari mereka.

Lempongsari, desa setengah kota. Jalanan desa dengan beberapa petak sawah yang masih dapat terlihat kian menjadi kota. Beberapa bangunan rumah modern, tempat kuliner tampak mulai memaadat, jalan berbatu sudah halus teraspal, tapi suasananya masih asri, masih bisa kunikmati duduk di buk" tepi sawah, sambil sejenak mengistirahatkan kaki sembari menghirup banyak" oksigen di bawah pepohonan, dan masih ada kebun tebu bisa kulihat sebelum tikungan jalan menuju makam kakek dan nenekku "Sasana laya Mulyo Jati"

Itulah sedikit tentang desa Lempongsari yang masih asri, Jika main keJogja mampirlah untuk jalan-jalan pagi di desa itu, letaknya di jalan kaliurang, masuk jalan damai dan nikmati kuliner" di sekitarnya. 






No comments:

Post a Comment

thanks,