Wednesday, 4 August 2010

Cinta Sejati

Kisah seorang perempuan yang mencari cinta sejatinya

Di sebuah desa hiduplah seorang gadis jelita, setiap hari ia berdoa agar Tuhan mau pertemukannya dengan cinta sejatinya.



Suatu hari dalam perjalannya mencari ilmu, ia bertemu dengan seorang pemuda tampan yang kaya. Pemuda itu baik sekali, tutur katanya halus, perhatian, pandai memuji dan selalu ramah pada si gadis. Suatu hari pemuda itu mengungkapkan perasaannya pada si gadis "aku suka denganmu, kamu begitu menyiksaku ketika kamu yang mempesona dihadapanku hanya sebagai teman" kata-kata itu membuat si gadis meleh seperti lilin yang terbakar api cinta. Si gadis lalu berpikir "ya Tuhan..bagaimana aku tidak mencintai pemuda ini, kata-katanya saja sudah membuatku sesak nafas menahan jawabanku padanya, Tuhan dialah cinta sejatiku" (si gadis senang sekali) Tapi ketika si gadis hendak mengatakan "ya kamu cinta sejatiku..." pemuda itu berkata "maaf, aku tidak serius dengan kata-kataku" bagai dunia runtuh ternyata pemuda tampan itu hanya seorang penipu. Dan berdoalah si gadis pada Tuhan "Tuhan dia bukan cinta sejatiku maka pertemukanlah aku lagi dengan cinta sejatiku..."


Waktupun berlalu si gadis bertemu lagi dengan seorang pemuda yang lain. Kali ini pemuda yang hidup sederhana dan baik hati. Tak kalah baiknya dengan pemuda tampan dan kaya itu, pemuda yang baik ini rela menyerahkan nyawanya untuk sang gadis. Tapi kali ini bukan pikirannya yang berkata "Tuhan dia lah cinta sejatiku" tapi ia mendengar hatinya terus memaksa "iya dia benar-benar pemuda yang dikirim Tuhan jadi cinta sejatimu" kata-kata itu membuat si gadis begitu takut kalau-kalau bisikan itu benar-benar jawaban atas doanya karena ia tidak mencintai pemuda ini, lalu 1000 cara ditempuh untuk bisa menjauhkan pemuda sederhana yang baik hati itu dari hadapannya. Dan berdoalah lagi si gadis pada Tuhan "Tuhan dia bukan cinta sejatiku maka pertemukanlah aku lagi dengan cinta sejatiku..."


Waktu sudah berlalu, dan musim telah berganti. Dalam perjalanannya (saat ia meragukan Tuhan atas jawaban dari doanya) ia bertemu lagi dengan seorang pemuda tampan yang pandai. Pemuda ini banyak mengajarkan ilmu kehidupan pada si gadis. Lalu si gadis berpikir, "Tuhan, aku meragukanMu, benarkah ia cinta sejatiku dan jawaban atas doaku tapi aku tidak tau apakah aku mencintainya atau tidak" Tapi setelah itu perlahan ia yakin bahwa ia jatuh cinta pada pemuda tampan dan pandai itu. Namun hari demi hari terlewati si gadis mulai tau kalau pemuda itu tidak mencintainya. Hatinya sakit karena ternyata ia tidak bertemu dengan cinta sejatinya. Lalu si gadis berdoa lagi "Tuhan dia bukan cinta sejatiku maka pertemukanlah aku lagi dengan cinta sejatiku..."


Berdoa...berdoa...berdoa...dan terus berdoa tapi rupanya karena merasa Tuhan tidak pernah menjawab doanya itu ia lalu tidak percaya kalau cinta sejati itu ada. Ia berkata pada Tuhan kali ini "Tuhan kenapa Kau tak pernah menjawab doa ku? aku yakin Kau membuat cerita tentang cinta sejati itu hanya agar aku mau berdoa padaMu. Lalu kali ini Tuhan tidak diam, Ia berkata pada si gadis itu "Aku sudah menyiapkan cinta sejatimu, ia pemuda yang hebat dan luar biasa, pergilah ke sana di ujung jalan itu (menunjuk ke suatu arah) ia begitu mempesona, tampan, pandai, kaya, ramah dan baik hati. Ia memiliki semua sifat seperti pemuda yang pernah kamu temui. Cepatlah ke sana ia sudah tak sabar menunggumu, ia mau memelukmu erat-erat ketika kamu datang, ia sudah menyiapkan hadiah terindah untukmu yakinlah kau tidak akan menyesal." Kali ini dengan jantung berdebar-debar si gadis segera berlari meninggalkan Tuhan mencari pemuda yang dijanjikan Tuhan atas jawaban dari doanya itu. Ia berlari dan berlari sekuat tenaga agar cepat sampai seraya bertanya-tanya dalam hatinya siapa gerangan pemuda hebat dan luar biasa itu ya? Dengan nafas terengah-engah dan keringat bercucuran sampailah si gadis di ujung jalan yang dijanjikan Tuhan. Si gadis memandang terus ke sekelilingnya tapi ia tak juga melihat pemuda hebat dan luar bisa itu. Di situ hanya ujung jalan yang kumuh dan seorang pemuda yang dekil, jelek, idiot dan cacat yang tersenyum-senyum menatapnya yang sedang bingung. Lalu si gadis berkata pada Tuhan lagi "dimana dia Tuhan? disini tak ada siapapun selain pemuda dekil ini, bagaimana mungkin Engkau memberi cinta sejatiku pemuda seperti yang dihadapanku saat ini?" Tapi Tuhan tak menjawab apapun, suasana saat itu jadi lengang satu-satunya yang terdengar hanya tawa cekikikan pemuda idiot itu. Dengan hati yang penuh marah dan kecewa si gadis meninggalkan pemuda idiot itu. Ia berjalan menyusuri jalan dengan langkah yang gontai, sambil menangis ia berkata dalam hatinya "cinta sejati itu cuma isapan jempol, aku tak akan pernah lagi mencari dan memintanya". Tapi tiba-tiba seorang menepuk pundaknya mengagetkannya sambil tertawa cekikikan, si gadis lalu membalikan badannya dan betapa kagetnya ia ketika melihat si idiot itu tersenyum dan menyerahkan setangkai bunga mawar dan berkata "cinta...cinta...hi...hi..hi...jangan menangis" Seperti di siram air es yang diambil dari kutub terasa dingin sekali dan lemas, entah mengapa ia takjub melihat pemandangan dihadapannya (si idiot) tersenyum menawarkan bunga dan membuka kedua tangannya menawarkan sebuah pelukan". Si gadispun menangis hatinya yang penuh marah dan kecewa tadi berubah menjadi rasa sayang yang tak terbatas dalamnya, diterimanya setangkai mawar itu bahkan disambutnya pelukan itu. Tubuhnya terasa hangat dan tiba-tiba ia merasa penuh, berkecukupan dan damai yang luar biasa, tangisnya kini bukan karena sedih tapi karena bahagia yang tak terbatas.




Sesaat berlalu si gadis melepaskan pelukan itu dan pergi meninggalkan si idiot (sementara si idiot terus melambaikan tangan dari kejauhan sambil masih cekikikan). Dalam perjalannya Tuhan menyapanya lagi "kamu telah bertemu cinta sejatimu dan terimakasih karena telah menyambut pelukanKu" Lalu si gadis menangis dan berkata pada Tuhan "maafkan aku Tuhan karena meragukanMu dan terima kasih karena kini aku tau Kau telah menjawab doaku selama ini "ternyata Cinta Sejatiku adalah Engkau Tuhan"
(foto: google.com)


Percayalah bahwa cinta sejati itu ada, kita tidak tau kapan akan berjumpa, dan siapa kah dia.


Cinta sejati adalah cinta saat kita bisa menerima seseorang apa adanya dan mengasihinya tanpa batas.


Kekuatan doa itu luar biasa


Maka terjadilah padaku seturut perkataanMu Tuhan...

No comments:

Post a Comment

thanks,