Wednesday, 21 April 2010

Kisah perempuan sore dan perempuan travel bag yang kehilangan ingatan yang selalu menunggu di tepi jalan

“jam berapa” tanya perempuan itu dan ia pun membalas sebuah senyum bahagia padaku setelah kukatakan jam berapa saat itu…

Masih seperti biasanya seorang perempuan berpakaian kumal berjaket rajut warna coklat dengan bungkusan kumal pula di tangannya, rambutnya tak tersisir dan wajahnyapun tak segar seperti orang yang biasa mandi. Perempuan ini selalu menunggu di tepi jalan yang sama tapi entah apa yang ia tunggu aku juga tak tau, sesekali aku lewat ia sering bertanya pertanyaan yang sama padaku “jam berapa” dan seperti biasanya kulihat jam tanganku dan kukatakan padanya jam berapa saat itu. Lalu ia pun membalas aku dengan sebuah senyuman puas, aku berlalu dan ia nampak masih terus menunggu. Entah apa yang terjadi pada perempuan itu dan entah apa yang menyebabkannya menjadi seperti itu memang benar agaknya dia kehilangan ingatannya, namun ia masih bisa berkomunikasi karena aku pernah melihatnya bercakap dengan seorang lelaki tambun di tepi jalan itu. Perempuan itu hanya berdiri di tepi jalan setiap sore terus dan terus selalu begitu setiap sore. Ia tidak menyetop bus dan ia juga nampaknya tidak punya janji dengan seseorang, tapi ia terus menunggu..mungkin hanya itulah kisah yang ku tau tentang perempuan sore ditepi jalan itu. 

Tak jauh berbeda dengan kisah perempuan sore tadi , dijung jalan yang lain dalam perjalanan ke tempat kerjaku sering kulihat seorang perempuan kira-kira usianya mungkin hampir sama dengan usia ibuku, ia cukup cantik sebenarnya, ia masih berpakaian cukup baik dan tidak kumal hanya saja rambutnya tak tersisir dengan rapi (acak-acakan). Berbeda dengan perempuan sore tadi, perempuan yang satu ini menunggu di tepi jalan tak kenal waktu mau pagi, siang ataupun sore aku sering melihatnya di tepian. Sambil memeluk tas travel bag yang nampak penuh terisi barang ia selalu berusaha menyetop bus. Suatu pagi ketika aku hendak naek bus menuju ke tempat kerjaku kujumpai perempuan travel bag itu berusaha menyetop bus di dekatku biasa menunggu, namun nampaknya tak ada satupun bus yang mau mengankutnya. Ya wajar saja dan bisa dimengerti tak ada kan orang yang mau ditumpangi seorang yang hilang ingatan. Namun bus yang membawaku saat itu herannya tiba-tiba berhenti dan memperbolehkannya ikut naek cuma-cuma hingga ia turun di sebuah perempatan jalan. Awalnya tak kusadari kalau perempuan ini seorang yang hilang ingatan karena hari itu rambutnya rapi dan ia berpakaian bersih layaknya orang yang sedang bepergian. Sepanjang jalanpun sikernet (bapak-bapak dengan perawakan tambun yang ramah) berusaha mengajaknya berkomunikasi namun sayang tak bisa kudengar dengan jelas karena sibuk derunya mesin bus dan juga hilir mudiknya jalan pagi itu. Tapi sejauh yang kutau sikernet itu selalu berusaha menanyakan kemana tujuannya, tapi nampaknya tak ada jawaban jelas dari perempuan travel bag itu. Rupanya lelaki tambun yang ramah itu tau kalau sedari tadi aku memperhatikan percakapan mereka. Dan setelah perempuan travel bag itu turun lelaki tambun itu sembari menarik ongkos bus ia mulai bercerita padaku tentang perempuan travel bag itu. Rupa-rupanya ia ibu dari beberapa anak gadis yang cantik-cantik, ia dulu punya seorang suami yang cukup kaya, namun sayang ternyata suaminya pergi dan menikahi perempuan yang lain. Mungkin karena itulah perempuan travel bag itu jadi kehilangan ingatannya, dan rupa-rupanya mungkin ia hendak pergi mencari suaminya. Sungguh sebuah kisah sederhana yang membuatku miris pagi itu, betapa malangnya ibu cantik satu ini (perempuan travel bag), seandainya saja suaminya tidak pergi meninggalkannnya ia pasti hidup bahagia bersama anak gadisnya yang cantik-cantik tukas si kernet padaku. 

Yah tapi begitulah kisah hidupnya, doaku semoga suatu hari suaminya akan mengingatnya dan kembali untuk mencarinya. Sepanjang jalan aku jadi memikirkannya, adapun satu pelajaran yang sungguh bisa ku petik yaitu untuk berusaha menepati sebuah janji. Sungguh mungkin sebuah kekecewaan bisa membuat seseorang menjadi seperti itu (seorang perempuan yang kehilangan ingatan dan terus menunggu sesuatu, mungkin sebuah janji atau seseorang yang sangat berati dalam hidupnya). Mungkin doaku terdengar mustahil namun aku berdoa semoga suatu hari mereka akan menemukan sesuatu yang mereka tunggu…yes, I wish.  

No comments:

Post a Comment

thanks,